MUSI RAWAS — Pemkab Musi Rawas mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan para pelajar dari dampak buruk pencemaran udara yang kian memprihatinkan. Bupati Musi Rawas secara resmi menetapkan kebijakan baru terkait penyesuaian aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Melalui kebijakan teranyar ini, jam mulai belajar di sekolah resmi diundur menjadi pukul 08.00 WIB. Tidak hanya itu, untuk meminimalisasi durasi paparan udara luar bagi siswa, waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) dan jam istirahat juga dipangkas masing-masing sebanyak 5 menit per jam pelajaran.
Langkah preventif lainnya adalah pembatasan ketat terhadap seluruh aktivitas di luar kelas. Seluruh kegiatan lapangan seperti upacara bendera, olahraga, senam bersama, hingga kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) diimbau untuk dipindahkan ke dalam ruangan, dikurangi durasinya, atau ditunda untuk sementara waktu hingga kondisi membaik.
Bupati Musi Rawas juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh peserta didik, guru, serta staf kependidikan untuk wajib menggunakan masker, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun selama perjalanan pulang dan pergi. Selain itu, warga sekolah diminta untuk lebih memperhatikan kesehatan tubuh secara mandiri dengan menjaga daya tahan fisik masing-masing.
Guna mengantisipasi dampak klinis yang mungkin timbul, petugas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di setiap instansi pendidikan diminta bersiap siaga menghadapi potensi lonjakan gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pihak sekolah diinstruksikan untuk terus membangun koordinasi yang intensif dengan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa sistem pembelajaran tatap muka ini bersifat fleksibel dan adaptif. Jika indikator kualitas udara terus memburuk dan dinilai membahayakan kesehatan, skema pembelajaran akan segera dialihkan menjadi sistem daring (online).
Pemerintah mengharapkan dukungan penuh dari para orang tua dan seluruh elemen masyarakat agar kegiatan belajar mengajar dapat terus berjalan dengan aman, sehat, dan nyaman.
